Tayangan halaman minggu lalu

Selasa, 20 Desember 2011

Tulang Rusuk yang Hilang: Sebuah Cerita Cinta

Cerita ini saya posting untuk merenung dan tidak akan menyesali buat kedepannya Kehidupan cinta yang penuh dengan pertengkaran membuat saya ini merasa salah memilih calon pendamping hidupnya yaiu sang pacar yang sudah 5 tahun menemani hari-harinya. cerita ini untuk kita semua yang sering kali membuat sedihati orang yang kita sayang…..semoga kisah ini membuat perubahan akan perasaan pada sang kekasih….terima kasih untuk penulis cerita ini Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Anto dan nita duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu nita pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta. Nita : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini? Anto : Kamu dong? Nita : Menurut kamu, aku ini siapa? anto : (Berpikir sejenak, lalu menatap nita dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.” Setelah menikah, Nita dan Anto mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, nita lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku!” anto sangat membenci ketidakdewasaan nita dan secara spontan balik berteriak, “Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!” Tiba-tiba nita menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap anto, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.Anto menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan.
Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Nita kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing. ” Lima tahun berlalu….. Anto tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Nita. Nita pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Anto yang tahu semua informasi tentang Nita, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Nita tak menunggunya. Dan di tengah malam yang sunyi, saat Anto meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Nita. Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas. Anto : Apa kabar? Nita : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang? Anto : Belum. Nita : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut. Anto : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan adayang berubah. Nita
tersenyum manis, lalu berlalu. “Good bye….”
Seminggu kemudian, Anto mendengar bahwa nita mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Anto mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Nita, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan. “Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal”

3 komentar:

  1. postingan ini hanyalah kilasan cerpen....bukan semata mata untuk diperdebatkannnn

    BalasHapus
  2. Hiks..Hiks.. jadi jangan sampai kau kehilangan tulang rusukmu yang terkadang sering kau abaikan dan sia-siakan...Ini hidup dan nikmatilah kehidupan itu....

    BalasHapus
  3. ga lahhh masa selalu diabaikan....ini kan hanya sekedar cerpen dan tidak mau ada penyesalan...

    BalasHapus